WTOP: DC could build 3 new libraries by 2030 under $175 million improvement proposal

first_imgThe D.C. Public Library released a $175 million improvement plan Thursday designed to extend library access to more residents across the city by the end of the current decade.Called Next Libris, the plan will capitalize on the momentum gained during its current renovation plan, which will ultimately see the modernization of 24 of the city’s 26 libraries.That project included major work on the central library, Martin Luther King Jr. Memorial, located between Metro Center and Gallery Place.While the current improvement project is scheduled to end in 2024, the next project, according to the library’s Master Plan, will run through 2030.The proposal will renew, replace or refresh a number of libraries and aspires to build up to three new ones, depending upon which “tier” of the proposal is funded by the D.C. Council.Some of the District’s less-used libraries will be closed and new ones built to better serve the changing population centers of the city. New library construction would cost about $20 million.The major expense of the proposal is the construction of new buildings, and that possibility is outlined in a section of the Next Libris document called “Grow equitably and smartly.”That section includes three possibilities to address operational issues and service gaps, operational issues only or service gaps only.Three new libraries would be built if the most robust version of the project is approved. The libraries would be in Ward 4, Congress Heights and Eckington/Edgewood.last_img read more


Azerbaijan announces north–south route modernisation

first_imgAZERBAIJAN: National railway ADY has announced a plan to modernise the 167 km route between Sumqayit, 30 km north of Baku, and Yalama on the Russian border. Work is to get underway this year.The enhancement project would support the wider scheme to develop a north–south freight corridor linking Russia and northern Europe with the Gulf.Plans include modernising the signalling and electrification equipment, raising the line speed to 140 km/h, modernising or replacing 157 bridges and reducing the number of stations from 21 to 16 or 14. The cost is put at US$179m, with US$29m to come from the state budget and the rest of the cost to be financed with a loan from the Asian Development Bank.last_img read more


Penumpang Justru Senang Pesawat Delay 2 Jam Gegara Apollo 11 Kembali Ke Bumi

first_imgDengan adanya potensi bahaya tersebut, Kapten Frank Brown, selaku kapten pilot pada penerbangan Qantas QF596 dari Brisbane ke San Francisco senantiasa rutin mengecek jalur penerbangannya. Pasalnya, Apollo 11 besar kemungkinan kembali ke bumi dan jatuh di Samudera Pasifik. Tentu saja Boeing 707 yang akan diterbangkannya akan melintas di langit Samudera Pasifik.Namun, Kapten Frank Brown, kala itu sengaja mengecek bukan untuk menghindari pesawat dari jalur jatuhnya Apollo 11, justru sebaliknya, membawa pesawat agar berada sedekat mungkin dengan Apollo 11 agar para penumpang bisa menyaksikan langsung momen langka sekali seumur hidup tersebut. Tak ayal jika ia memutuskan untuk menunda keberangkatan pesawat selama dua jam demi momen tersebut. Hasilnya, jalur sejauh 280 mil dari Brisbane ke ke San Francisco yang dilalui berhasil berada pada posisi sejajar dan mengudara pada posisi serta waktu yang tepat.Sambil menikmati sajian unik dengan tema Apollo 11, seperti ‘Chilled Lunar Lobster’, ‘Loin of Lamb Aldrin with Splashdown Sauce’, dan ‘Duckling a l’Armstrong’, para penumpang kala itu mengaku tak sabar menanti detik-detik Apollo 11 melintas. Pada akhirnya, momen yang ditunggu pun tiba. Apollo 11 melintas tepat di depan Qantas QF596. Selama kurang lebih tiga menit, penumpang disuguhi peristiwa yang mungkin hanya sekali dalam seumur hidup mereka.Baca juga: Pan Am, Maskapai Pelopor Kelas Ekonomi Modern di Penerbangan Jarak JauhTrevor Hiscock, salah satu penumpang dalam penerbangan tersebut mengaku tak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Mata saya terasa sebesar jendela pesawat. Tiba-tiba bola hijau dan bola merah lainnya (mirip seperti suar) lama kelamaan semakin membesar dan pada akhirnya mereka bergerak menjauh dari jalur penerbangan kami,” katanya.Sama halnya dengan Trevor, Kapten Frank Brown juga melihat dengan jelas peristiwa langka tersebut. Ia pun kemudian menjadi buah bibir di Australia dan dunia hingga mendapat kehormatan sebagai narasumber ABC Radio Australia untuk menceritakan kronologi dan detik-detik ia melihat Apollo 11 kembali ke atmosfer bumi. Selain mendapat kehormatan sebagai narasumber, pengakuannya ketika melihat Apollo 11 kembali pun juga dijadikan dasar atau konfirmasi visual pertama.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… Related Ilustrasi Boeing 707 milik Qantas dengan lima mesin Foto: Simple Flying Di berbagai belahan dunia, pada umumnya penumpang protes ke maskapai atas keterlambatan jadwal penerbangan mereka. Namun, lain cerita dengan penerbangan Qantas QF596 dari Brisbane ke San Francisco. Pada penerbangan tersebut, penumpang justru mengaku senang saat pesawat terlambat dua jam akibat peristiwa kembalinya Apollo 11 dari misi pendaratan di bulan untuk pertama kali.Baca juga: Wow, Kaca Film Sekarang Bisa untuk Jendela PesawatDikutip dari Simple Flying, Apollo 11 pada 16 Juli 1969 diketahui telah meluncur dari bumi untuk melakukan misi pendaratan di bulan dengan memuat tiga astronot, Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins. Mereka diproyeksikan bakal menghabiskan waktu selama sembilan hari di sana sebelum akhirnya kembali ke bumi. Bila segalanya sesuai rencana, artinya, Apollo 11 akan melintas secara vertikal pada 24 Juli 1969 dan berpotensi menggangu kelancaran penerbangan.last_img read more